Sin Nombre

Di kelas Komunikasi- Media, Budaya dan Kaum Muda, kami menonton film berjudul Sin Nombre, yang setelah saya lirik artinya di kamus online, artinya nameless, tidak bernama. Film ini menceritakan tentang imigran dan geng. Imigran barangkali memang identik dengan penduduk dunia ketiga, tapi geng, fenomena ini terjadi di lebih banyak tempat, di manapun anak muda berada. Mara Salvatrucha (yang ternyata, setelah saya cek di internet, benar-benar ada) mengingatkan saya pada geng motor yang baru-baru ini menjadi topik pembicaraan di Indonesia. Barangkali tingkat kriminalitas geng motor memang jauh lebih rendah. Tetapi mereka sama-sama identik dengan kehidupan keras dan kekerasan. Jika untuk masuk Mara, seseorang harus dipukuli terlebih dahulu selama 13 detik, maka  persyaratan masuk geng motor adalah terlebih dahulu naik motor dengan kecepatan tinggi dan rem blong, kemudian berkelahi, perkelahian yang tidak akan berhenti sampai darah mengalir. Mungkin ada banyak motivasi yang membuat seseorang memutuskan untuk bergabung dengan geng. Tapi Smiley, ia menjadi anggota Mara setelah dibawa oleh Casper. Meski masih sangat muda, ia ternyata sangat berdedikasi terhadap kelompok barunya, bahkan di akhir cerita, ia memilih untuk membunuh Casper yang tadinya merupakan teman bermainnya. Setelah masuk Mara, Smiley yang tadinya hanya anak biasa menjadi seseorang yang lebih powerful, ia jadi punya banyak teman yang lebih dewasa dan bersedia melindunginya di manapun ia berada, ia memegang senjata yang tentu tidak dimiliki bocah lain seusianya, ia sudah pernah menghilangkan nyawa orang dan mungkin sebentar lagi bisa tidur dengan para wanita.

Hal inilah yang dicari oleh sebagian besar orang, setidaknya yang berupa fana, yaitu power, yang bisa diterjemahkan menjadi kekuatan atau kekuasaan. Dalam kasus Amerika Latin atau Indonesia, pemerintah (atau juga masyarakat sekitar, supaya tidak terkesan selalu menyalahkan pemerintah dalam semua hal) tidak berhasil menyediakan fasilitas yang bisa menjadi media bagi anak-anak muda ini untuk mendapatkan power dengan cara yang ‘halal’. Tidak ada lapangan pekerjaan sehingga mereka tidak punya uang, tidak ada usaha pemberdayaan sehingga mereka tidak punya keterampilan. Mereka menjadi saksi mata kehidupan yang kumuh dan cenderung membosankan, serta para orangtua yang juga tidak punya pencapaian apa-apa. Saya rasa, jarang, meski juga ada, orang-orang yang bersedia menerima keadaan ini begitu saja. Apalagi, ketika mereka hidup di tempat kumuh, mereka juga berhadapan dengan kehidupan tetangga yang lebih hingar bingar dan menjanjikan. Dalam kasus Sin Nombre, tetangga ini bernama Amerika.

Jadilah ratusan, bahkan ribuan orang, berbondong-bondong melakukan perjalanan yang melelahkan dan membahayakan untuk bisa sampai ke Amerika. Di tempat yang baru itu, the land of the free, mereka berharap bisa memulai hidup baru dan mendapatkan kekuatan. Sementara itu, para anggota geng Mara memilih untuk tetap tinggal dan meraih kekuasaan di wilayahnya sendiri. Hal ini bahkan dilakukan dengan cara menggertak ‘sesama wong cilik’. Lil Mago contohnya, mengajak Casper dan Smiley untuk merampok para imigran dalam perjalanan mereka di atas kereta api. Padahal para imigran ini adalah sesama warga Amerika Latin yang sama-sama miskin dan menderita di tempat asalnya.

Tapi film ini tetap berjudul Sin Nombre. Dalam usahanya mendapatkan kekuatan dan kekuasaan, orang-orang ini sesungguhnya belum juga mendapatkan apa yang ingin mereka cari, mereka belum mendapatkan ketenangan, kebahagiaan, atau jati diri yang sesungguhnya. Hidup sebagai anggota Mara mungkin tampak keren dengan tattoo dan senjata, tapi hidup mereka tetap penuh kekurangan dan ketakutan karena ancaman geng lain. Mara pun menjadi satu-satunya identitas mereka. Di luar itu, mereka bukan siapa-siapa. Sedangkan para imigran, mereka berusaha melepaskan masa lalu dan identitas mereka yang lama untuk mendapatkan kehidupan yang lain. Tapi kita bahkan tidak tahu, apakah Sayra benar-benar akan mendapatkan jati diri dan kebahagiannya setelah ia sampai di New Jersey.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s