Drugs

Saya berkata pada seorang teman, saya paham mengapa ada orang-orang yang memakai drugs. Saya sendiri ingin pakai. Ini adalah minggu keduanya saya sakit, padahal pekerjaan saya menumpuk: ada kurang lebih 6 video dan puluhan lembar yang harus diterjemahkan. Belum lagi soal KKN dan kegiatan volunteering yang juga menyita waktu. Kondisi sakit membuat pekerjaan-pekerjaan ini terasa dua kali lebih berat dan dua kali lebih melelahkan. Setiap kerja lembur, saya akan mulai batuk-batuk tidak terkendali. Sementara pergi tidurpun tidak nyenyak. Tiap pagi dan siang saya masuk ke dalam kelas merasa seperti zombie. Penjelasan dari dosen bahkan tidak sempat masuk lewat telinga kiri, banyak tugas dari mereka yang tidak tersentuh. Saya yakin IP saya sedang dalam bahaya (lagi).

Saya paham mengapa ada orang-orang yang memakai drugs. Karena mereka ingin lari dari masalah. Saya berkali-kali menyuruh pekerjaan saya agar menyelesaikan diri mereka sendiri. Tidak ada yang berubah. Saya marah.

Akhirnya, saya juga paham mengapa ada orang-orang yang memakai drugs. Karena mereka gagal untuk menikmati hidup dan melihat tujuan dari setiap kejadian.

Meh. Saya masih tetap ingin memakai drugs. Lalu saya ingat kalau saya punya satu. Saat ini pacar saya memang sedang sibuk, tapi secepatnya kami akan menghabiskan waktu berdua. Dia bekerja seperti drugs, menghilangkan rasa sakit, memberikan energi dan membawa saya ke langit ketujuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s